Tempuyung (Sonchus arvensis L.)

 

Tanaman ini termasuk familia Poaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh di tanah dengan ketinggian 50-1.650 meter di atas permukaan laut. Umumnya di kebun, pinggir jalan, hutan kecil, atau tempat yang tidak terurus.

Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji yang disemaikan.

Mengandung alfa-lactucerol, beta-lactocerol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, taraksasterol.

Nama lainnya : gempur batu; galibug; jombang; jombang lalakina; lempung; lampenas; rayana; niu she tou (Cina).

Kegunaan :

Penyakit saluran kandung kencing, empedu berbatu, atau darah tinggi ringan. Lima lembar daun tempuyung, cuci, asapkan sebentar, lalu dimakan sebagai lalapan.

Kencing batu. a>Keringkan 250 mg daun tempuyung, tambahkan 250 cc air, rebus. Minum airnya 3 kali sehari sampai sembuh. b> Lima lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah, 2 jari gula aren. Setelah bahan dicuci, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tinggal 2,25 gelas. Dinginkan air rebusan, saring, minum 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

Bisul. Cuci batang dan daun tempuyung, giling halus, peras. Gilingan dan airnya dioleskan pada bisul.

Khasiat lain. Rebusan 15-60 gram daun tempuyung dapat mengobati infeksi usus buntu, disentri, wasir.

 
SUMBER :

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.

Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.

Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.

Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.

 

 (ti)